Menerima gaji pertama adalah momen penting dalam hidup banyak orang. Rasanya campur aduk antara bangga, lega, dan ingin segera menikmati hasil kerja keras sendiri. Tapi di balik euforia tersebut, banyak yang akhirnya bingung: gaji pertama sebaiknya untuk apa supaya tidak habis begitu saja?
Sebagai langkah awal menuju kondisi finansial yang sehat, cara kamu mengelola gaji pertama akan sangat menentukan kebiasaan keuanganmu ke depan.
Baca juga: Panduan Manajemen Keuangan Pribadi: Cocok untuk Pekerja Awal Karier
Kenapa Gaji Pertama Itu Sangat Penting?
Bukan soal nominalnya, tapi soal kebiasaan yang terbentuk. Menurut riset dari OECD Financial Literacy Framework, keputusan keuangan di awal masa produktif berpengaruh besar pada stabilitas finansial jangka panjang.
Jika sejak gaji pertama kamu sudah terbiasa mengatur uang dengan sadar, menabung, dan mengendalikan pengeluaran, risiko terjebak gaya hidup konsumtif akan jauh berkurang. Sebaliknya, jika sejak awal semua gaji langsung habis tanpa rencana, pola tersebut cenderung berulang.
Itulah mengapa pertanyaan gaji pertama sebaiknya untuk apa bukan sekadar wacana, tapi pondasi finansial.

Cara Mengelola Gaji Pertama
1. Buat Anggaran Sederhana (Tidak Perlu Ribet)
Hal pertama yang perlu kamu lakukan saat menerima gaji pertama adalah membuat gambaran alokasi uang. Tidak harus detail seperti akuntan, cukup jelas dan realistis.
Contoh pembagian gaji pertama:
- 50–60% untuk kebutuhan hidup (makan, transport, kos)
- 10–20% untuk tabungan atau dana darurat
- 10% untuk hiburan atau self-reward
- Sisanya untuk tujuan finansial lain
Dengan cara ini, kamu tidak lagi bertanya-tanya gaji pertama sebaiknya untuk apa, karena semua sudah punya posnya masing-masing.
2. Bangun Dana Darurat Sejak Awal
Banyak orang menunda dana darurat karena merasa “nanti saja kalau gajinya sudah besar”. Padahal, justru gaji pertama adalah waktu terbaik untuk memulainya.
Idealnya, dana darurat setara 3-6 bulan pengeluaran. Tidak perlu langsung tercapai, yang penting mulai konsisten. Sisihkan sedikit dari gaji pertama dan jadikan kebiasaan bulanan.
Langkah kecil ini bisa menyelamatkan kamu dari utang saat kondisi tidak terduga terjadi.
Baca juga: Langkah Mudah Mulai Perencanaan Keuangan Pribadi di Usia Muda
3. Boleh Self-Reward, Tapi Tetap Terkontrol
Wajar kalau kamu ingin merayakan gaji pertama. Membeli barang impian, makan enak, atau liburan singkat sah-sah saja. Justru self-reward bisa menjaga motivasi kerja.
Namun, kuncinya adalah batas. Self-reward bukan berarti menghabiskan seluruh gaji. Pastikan kamu sudah memenuhi kebutuhan pokok dan menabung sebelum memanjakan diri.
Jika kamu masih bertanya gaji pertama sebaiknya untuk apa, jawabannya bukan hanya “senang-senang”, tapi “senang dengan rencana”.
4. Mulai Menabung dengan Tujuan Jelas
Menabung tanpa tujuan sering kali terasa berat. Maka dari itu, beri makna pada tabunganmu sejak gaji pertama.
Contoh tujuan:
- Dana liburan
- Biaya pendidikan lanjutan
- Modal usaha kecil
- DP kendaraan atau rumah
Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih disiplin dan tidak mudah tergoda untuk menghabiskan gaji.
5. Gunakan Alat Pembayaran yang Membantu Kontrol Keuangan
Di tahap awal karier, alat pembayaran bisa sangat mempengaruhi kebiasaan finansial. Menggunakan kartu kredit secara bijak, misalnya, dapat membantu mengatur arus kas dan membangun riwayat kredit.
Di sinilah kartu kredit seperti Skorcard bisa menjadi solusi. Dengan pengelolaan yang tepat, kamu bisa:
- Melacak pengeluaran lebih rapi
- Mengatur transaksi bulanan tanpa mengganggu cash flow
- Mengumpulkan Skorpoint yang bisa ditukar berbagai keuntungan
- Mendapat akses mileage seperti KrisFlyer untuk kebutuhan perjalanan
Tentu saja, penggunaan kartu kredit harus disiplin: bayar penuh setiap bulan dan gunakan sesuai kebutuhan. Jika dikelola dengan benar sejak gaji pertama, kartu kredit justru jadi alat bantu finansial, bukan beban.
6. Hindari Gaya Hidup Naik Terlalu Cepat
Kesalahan umum setelah menerima gaji pertama adalah merasa harus “naik level” secara instan: nongkrong lebih sering, beli gadget baru, atau ikut tren mahal.
Padahal, menurut riset dari Behavioral Economics, kenaikan gaya hidup yang terlalu cepat sering kali lebih besar dari kenaikan pendapatan itu sendiri. Akibatnya, meski sudah bekerja, kondisi keuangan tetap terasa pas-pasan.
Jawaban paling bijak dari pertanyaan gaji pertama sebaiknya untuk apa adalah membangun stabilitas, bukan pencitraan.
Baca juga: Memahami Pentingnya Literasi Keuangan dalam Kehidupan Sehari-hari
7. Catat Pengeluaran, Minimal di 3 Bulan Pertama
Tiga bulan pertama setelah menerima gaji pertama adalah fase krusial. Dengan mencatat pengeluaran, kamu bisa:
- Mengetahui kebocoran uang
- Mengevaluasi pos yang terlalu besar
- Menyesuaikan anggaran bulan berikutnya
Kamu bisa menggunakan aplikasi keuangan, spreadsheet sederhana, atau fitur ringkasan transaksi dari kartu kredit yang kamu gunakan.
8. Sisihkan untuk Orang Tua atau Keluarga (Jika Memungkinkan)
Bagi sebagian orang, gaji pertama juga punya nilai emosional. Menyisihkan sebagian kecil untuk orang tua atau keluarga bukan kewajiban finansial, tapi seringkali memberi kepuasan batin yang besar.
Selama dilakukan tanpa memaksakan kondisi keuangan, langkah ini bisa menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang sehat dan bermakna.

Gaji Pertama Adalah Awal dari Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Pada akhirnya, gaji pertama sebaiknya untuk apa bukan soal daftar belanja, tapi soal arah. Apakah uangmu bekerja untuk masa depanmu, atau habis tanpa bekas?
Dengan anggaran sederhana, kebiasaan menabung, kontrol gaya hidup, dan pemanfaatan produk keuangan yang tepat seperti Skorcard, kamu bisa menjadikan gaji pertama sebagai fondasi finansial yang kuat.
Ingat, keputusan kecil hari ini akan menentukan kenyamanan finansialmu bertahun-tahun ke depan. Mulai bijak sejak gaji pertama, dan biarkan masa depanmu berterima kasih.
FAQ Seputar Gaji Pertama
- Gaji pertama sebaiknya untuk apa agar tidak cepat habis?
Gaji pertama sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan dana darurat terlebih dahulu. Sisanya bisa digunakan untuk self-reward secara terkontrol. Dengan pembagian ini, kamu tetap bisa menikmati hasil kerja tanpa mengorbankan kestabilan keuangan.
- Berapa persen ideal gaji pertama yang harus ditabung?
Idealnya, 10-20% dari gaji pertama disisihkan untuk tabungan. Jika kondisi memungkinkan, kamu bisa menambah porsinya secara bertahap seiring meningkatnya pendapatan dan berkurangnya kebutuhan tetap.
- Apakah boleh langsung menggunakan kartu kredit setelah gaji pertama?
Boleh, selama digunakan secara bijak. Menggunakan kartu kredit sejak gaji pertama dapat membantu mengatur arus kas dan membangun riwayat kredit, asalkan tagihan dibayar penuh setiap bulan dan tidak melebihi kemampuan finansial.
- Apakah gaji pertama harus dipakai untuk membeli barang impian?
Tidak wajib. Membeli barang impian boleh dijadikan self-reward, namun sebaiknya setelah kebutuhan utama, tabungan, dan dana darurat terpenuhi. Dengan begitu, kepuasan tetap didapat tanpa menimbulkan stres finansial.
- Bagaimana cara menghindari gaya hidup boros setelah menerima gaji pertama?
Cara paling efektif adalah dengan membuat anggaran sejak awal, mencatat pengeluaran, dan menahan diri dari kenaikan gaya hidup yang terlalu cepat. Menentukan tujuan keuangan akan membantu kamu lebih disiplin dalam menggunakan gaji pertama.


Leave a Reply