Mitos dan Fakta Kartu Kredit

7 Mitos dan Fakta Kartu Kredit yang Wajib Kamu Tahu

Kartu kredit sering jadi topik panas dalam urusan keuangan pribadi. Di satu sisi dianggap praktis sekaligus penuh benefit, di sisi lain dicap sebagai sumber utang hingga masalah finansial. Tidak heran jika mitos dan fakta kartu kredit masih sering tercampur dan membuat banyak orang ragu menggunakannya.

Padahal, keputusan finansial yang baik selalu dimulai dari informasi yang benar. Supaya kamu bisa lebih bijak, mari kita bahas mitos kartu kredit paling sering beredar, sekaligus meluruskan faktanya berdasarkan praktik finansial dan data relevan.

Baca juga: Waspada! 7 Modus Penipuan Kartu Kredit di Era Modern yang Perlu Kamu Kenali

Mitos dan Fakta Kartu Kredit

1. Punya Kartu Kredit Pasti Bikin Boros

Ini adalah mitos kartu kredit paling klasik. Banyak orang percaya kartu kredit otomatis membuat penggunanya belanja berlebihan karena terasa “tidak pakai uang”.

Faktanya, kartu kredit hanyalah alat pembayaran. Penyebab pengeluaran boros atau tidak adalah perilaku finansial penggunanya. Bank Indonesia dalam berbagai publikasi literasi keuangan menegaskan bahwa instrumen pembayaran non-tunai justru membantu pencatatan transaksi jika digunakan dengan disiplin.

Dengan limit terkontrol, budgeting jelas, serta kebiasaan membayar penuh sebelum jatuh tempo, kartu kredit bisa membantu kamu memisahkan cash flow sekaligus mempermudah pengelolaan keuangan bulanan.

2. Kartu Kredit Selalu Identik dengan Utang Berbunga Tinggi

Tidak sedikit orang menyamakan kartu kredit dengan utang konsumtif berbunga besar. Sekali lagi, ini bagian dari mitos dan fakta kartu kredit yang sering disalahpahami.

Faktanya, bunga kartu kredit baru muncul jika kamu tidak membayar tagihan secara penuh. Jika full payment dilakukan sebelum due date, bunga yang dikenakan adalah nol. Selain itu, saat ini banyak bank menawarkan cicilan 0% untuk transaksi tertentu, bahkan hingga 12 bulan.

Artinya, kartu kredit bisa menjadi alat manajemen cash flow, bukan sekadar sumber utang, selama kamu memahami mekanismenya.

3. Punya Kartu Kredit Bikin Skor Kredit Jelek

Banyak orang takut mengajukan kartu kredit karena khawatir skor kredit langsung turun. Ini jelas mitos kartu kredit menyesatkan.

Faktanya, kartu kredit justru menjadi salah satu faktor penting dalam membangun riwayat kredit. Data dari SLIK OJK menunjukkan bahwa histori pembayaran tepat waktu berkontribusi positif terhadap skor kredit seseorang.

Kunci utamanya ada di konsistensi: bayar tepat waktu, jaga rasio pemakaian limit, serta hindari telat bayar. Jika dilakukan dengan benar, kartu kredit adalah aset, bukan risiko.

Baca juga: Perbandingan Cashback atau Miles: Panduan Memilih Kartu Kredit yang Tepat

4. Kartu Kredit Hanya Cocok untuk Orang Bergaji Besar

Masih banyak orang mengira kartu kredit hanya untuk kalangan tertentu. Padahal, ini termasuk mitos dan fakta kartu kredit yang sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang.

Faktanya, saat ini banyak produk kartu kredit dengan limit terjangkau serta syarat penghasilan lebih fleksibel. Bahkan, kartu kredit pemula dirancang untuk membantu pengguna belajar mengelola kredit secara bertahap.

Kuncinya bukanlah besar kecilnya gaji, tapi kemampuan mengelola pengeluaran hingga tanggung jawab dalam membayar tagihan.

Mitos dan Fakta Kartu Kredit

5. Banyak Biaya Tersembunyi di Kartu Kredit

Biaya tahunan, biaya administrasi, ataupun berbagai charge lain sering dianggap “jebakan”. Ini membuat mitos kartu kredit semakin kuat di masyarakat.

Faktanya, semua biaya kartu kredit wajib tercantum secara transparan dalam perjanjian sesuai regulasi OJK. Banyak bank bahkan menawarkan bebas iuran tahunan dengan syarat transaksi minimum atau penggunaan aktif.

Selama kamu membaca ketentuan dengan cermat, risiko biaya tak terduga bisa diminimalkan.

6. Kartu Kredit Tidak Memberi Keuntungan Nyata

Sebagian orang menganggap kartu kredit hanya alat bayar, tanpa nilai tambah. Ini jelas bagian dari mitos dan fakta kartu kredit yang perlu diluruskan.

Faktanya, kartu kredit modern menawarkan berbagai benefit nyata seperti cashback, reward point, miles penerbangan, hingga promo eksklusif. Jika dimanfaatkan dengan strategi tepat, keuntungan ini bisa mengurangi pengeluaran rutin.

Contohnya, penggunaan kartu kredit untuk belanja bulanan atau pembayaran tagihan tetap bisa menghasilkan poin yang ditukar dengan diskon atau tiket perjalanan.

7. Mengajukan Kartu Kredit Itu Ribet

Banyak orang akhirnya menunda pengajuan kartu kredit karena merasa prosesnya rumit serta memakan waktu. Lagi-lagi, ini mitos kartu kredit yang sudah tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, proses pengajuan kini jauh lebih sederhana, seperti Skorcard dimana pengajuannya bisa dilakukan secara online. Selama dokumen lengkap serta profil keuangan sehat, persetujuan bisa lebih cepat dari yang dibayangkan.

Mitos dan Fakta Kartu Kredit
Sumber gambar: Freepik

Cara Memanfaatkan Kartu Kredit dengan Lebih Cerdas

Setelah memahami mitos dan fakta kartu kredit, langkah berikutnya adalah memilih kartu kredit yang mendukung kebiasaan finansial sehat. Idealnya, kartu kredit membantu kamu:

  • Mengontrol pengeluaran, bukan mendorong impulsif
  • Mencatat transaksi secara rapi
  • Mendapatkan reward menguntungkan sesuai gaya hidup
  • Membangun skor kredit jangka panjang

Di sinilah pentingnya memilih produk keuangan secar tepat, bukan sekadar ikut tren.

Skorcard: Kartu Kredit yang Dirancang untuk Finansial Lebih Terkontrol

Jika kamu ingin kartu kredit yang bukan cuma alat bayar, tetapi juga alat bantu pengelolaan keuangan, Skorcard bisa jadi pilihan rasional. Skorcard dirancang untuk membantu kamu memantau pengeluaran dengan lebih jelas, sekaligus memberi nilai tambah lewat Skorpoint dan KrisFlyer.

Skorpoint memungkinkan setiap transaksi terasa lebih rewarding, sementara KrisFlyer cocok untuk kamu yang ingin mengubah aktivitas finansial harian menjadi pengalaman perjalanan bernilai. Ini contoh nyata bagaimana mitos dan fakta kartu kredit bisa dibalik: dari yang dianggap beban, menjadi alat finansial strategis.

Baca juga: Tips & Cara Belanja Pakai Kartu Kredit agar Untung

Kesimpulan

Banyak ketakutan seputar kartu kredit lahir dari informasi yang tidak utuh. Dengan memahami mitos kartu kredit dan memisahkannya dari fakta, kamu bisa membuat keputusan lebih rasional namun tetap menguntungkan.

Kartu kredit bukan musuh keuangan, melainkan alat. Seperti alat lainnya, hasilnya bergantung pada cara kamu menggunakannya. Dengan pengetahuan tepat, disiplin finansial, serta pilihan produk keuangan sesuai, kartu kredit justru bisa membantu kamu melangkah lebih jauh menuju kondisi keuangan lebih sehat sekaligus terkontrol.


FAQ Seputar Mitos dan Fakta Kartu Kredit

  1. Apakah kartu kredit selalu membuat pengeluaran jadi tidak terkontrol?

Tidak. Ini termasuk mitos kartu kredit paling sering dipercaya. Pengeluaran menjadi tidak terkontrol bukan karena kartu kreditnya, melainkan karena tidak adanya perencanaan anggaran dan disiplin pembayaran. Jika kamu rutin memantau transaksi serta membayar tagihan tepat waktu, kartu kredit justru membantu kamu lebih sadar terhadap arus pengeluaran.

  1. Benarkah bunga kartu kredit selalu tinggi dan merugikan?

Tidak sepenuhnya benar. Dalam konteks mitos dan fakta kartu kredit, bunga hanya dikenakan jika kamu tidak melunasi tagihan sebelum jatuh tempo. Jika kamu melakukan pembayaran penuh setiap bulan, bunga yang dikenakan adalah nol. Selain itu, banyak transaksi tertentu bisa diubah menjadi cicilan 0% sesuai ketentuan bank.

  1. Apakah kartu kredit aman digunakan untuk transaksi online?

Ya, selama kamu mengikuti praktik keamanan secara benar. Bank dan penerbit kartu kredit menggunakan sistem keamanan berlapis seperti OTP hingga notifikasi real-time. Jika terjadi transaksi tidak sah, kamu bisa segera melapor dan memblokir kartu. Dibandingkan debit, kartu kredit bahkan memberikan perlindungan tambahan terhadap fraud.

  1. Apakah orang dengan penghasilan menengah bisa memiliki kartu kredit?

Bisa. Anggapan bahwa kartu kredit hanya untuk orang bergaji besar adalah mitos kartu kredit yang sudah tidak relevan. Saat ini banyak kartu kredit dengan syarat penghasilan lebih terjangkau dan limit bisa disesuaikan. Yang terpenting adalah kemampuan membayar tagihan secara konsisten, bukan besar kecilnya penghasilan.

  1. Apa keuntungan utama menggunakan kartu kredit seperti Skorcard?

Selain kemudahan transaksi, kartu kredit seperti Skorcard membantu kamu mengatur keuangan dengan lebih rapi melalui pencatatan pengeluaran secara jelas. Setiap transaksi juga bisa menghasilkan Skorpoint dan KrisFlyer, sehingga pengeluaran rutin terasa lebih bernilai. Ini membuktikan bahwa memahami mitos dan fakta kartu kredit dapat membantu kamu memaksimalkan manfaatnya secara cerdas.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *