Tunjangan Hari Raya (THR) sering terasa seperti “bonus kebahagiaan” yang datang setahun sekali. Namun tanpa perencanaan tepat, uang ini bisa habis bahkan sebelum bulan berganti. Karena itu, memahami tips mengelola THR dan cara mengatur uang THR secara bijak sangat penting agar manfaatnya terasa lebih panjang.
Bukan soal menahan diri sepenuhnya, tapi tentang membuat keputusan finansial secara cerdas. Dengan strategi tepat, THR bisa membantu memperbaiki kondisi keuangan, bukan sekadar lewat begitu saja.
Baca juga: Skala Prioritas Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Cara Menyusun
Mengapa THR Perlu Dikelola dengan Strategi?
Berdasarkan survei perilaku keuangan di Indonesia, sebagian besar penerima THR mengalokasikannya untuk konsumsi jangka pendek seperti belanja dan liburan. Tidak salah, tetapi tanpa prioritas jelas, risiko keuangan setelah Lebaran justru meningkat.
Di sinilah tips mengelola THR berperan penting. THR idealnya diposisikan sebagai alat bantu keuangan, bukan sekadar uang ekstra. Dengan memahami cara mengatur uang THR, kamu bisa menyeimbangkan antara kebutuhan, keinginan, serta tujuan jangka panjang.

Tips Mengelola THR agar Lebih Optimal
1. Tentukan Prioritas Sejak Awal
Langkah paling dasar dalam cara mengatur uang THR adalah menetapkan prioritas sejak uang diterima. Pisahkan antara kebutuhan wajib, kebutuhan keluarga, dan kebutuhan pribadi. Dengan urutan yang jelas, kamu tidak mudah tergoda menghabiskan THR untuk pengeluaran impulsif yang sebenarnya bisa ditunda. Prioritas membantu THR bekerja sesuai tujuan, bukan sebaliknya.
2. Sisihkan untuk Kewajiban dan Dana Sosial
Zakat, infak, atau sedekah sebaiknya langsung dialokasikan di awal. Selain sebagai kewajiban moral dan spiritual, kebiasaan ini juga melatih disiplin finansial. Banyak perencana keuangan menyebutkan bahwa menyisihkan dana sosial lebih efektif jika dilakukan sebelum uang dialokasikan ke pos lain, bukan menunggu sisa THR di akhir.
3. Lunasi atau Kurangi Utang Konsumtif
Salah satu tips mengelola THR paling berdampak adalah menggunakannya untuk melunasi atau mengurangi utang berbunga tinggi. Mengurangi beban utang berarti mengurangi tekanan keuangan bulanan setelah Lebaran. Arus kas jadi lebih longgar sehingga kamu punya ruang lebih besar untuk menabung atau berinvestasi ke depan.
4. Simpan Sebagian sebagai Dana Cadangan
Dalam cara mengatur uang THR, menyisihkan minimal 20-30 persen untuk tabungan atau dana darurat adalah keputusan yang sangat rasional. Dana cadangan ini berfungsi sebagai bantalan saat terjadi kondisi tak terduga, seperti kebutuhan kesehatan atau pengeluaran mendesak lainnya. THR pun tidak hanya habis untuk momen sesaat.
5. Tetapkan Anggaran Khusus untuk Belanja Lebaran
Belanja kebutuhan Lebaran tentu wajar, asalkan terencana. Tetapkan batas anggaran secara realistis agar tidak kebablasan. Dengan plafon yang jelas, tips mengelola THR ini membantu kamu tetap menikmati suasana Lebaran tanpa rasa cemas melihat kondisi keuangan setelahnya.
6. Manfaatkan Alat Pembayaran untuk Membantu Kontrol
Menggunakan alat pembayaran yang tepat bisa mendukung cara mengatur uang THR yang lebih modern dan terkontrol. Kartu kredit dengan fitur pencatatan dan monitoring transaksi, seperti Skorcard, memudahkan kamu melacak pengeluaran secara rapi. Ditambah lagi, kamu bisa mendapatkan keuntungan ekstra seperti Skorpoint dan KrisFlyer, selama penggunaannya tetap disiplin serta sesuai anggaran. Di tangan yang tepat, kartu kredit adalah alat manajemen keuangan, bukan pemicu boros.
7. Alokasikan untuk Tujuan Jangka Panjang
THR juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat rencana jangka panjang. Investasi, dana pendidikan, atau modal usaha kecil adalah contoh alokasi yang sering direkomendasikan perencana keuangan. Dengan tips mengelola THR ini, manfaat THR tidak berhenti di momen Lebaran, tapi terus terasa hingga bulan-bulan berikutnya.
Baca juga: Tips & Cara Atur Gaji untuk Keuangan Lebih Sehat
Kesalahan Umum dalam Mengatur Uang THR
Meski terlihat sepele, kesalahan berikut sering menjadi penyebab utama kondisi keuangan memburuk setelah Lebaran:
- Menganggap THR sebagai “uang gratis” tanpa rencana
Karena datang setahun sekali, THR sering diperlakukan sebagai bonus yang boleh dihabiskan sesuka hati. Padahal, tanpa perencanaan, kebiasaan ini membuat THR cepat habis tanpa dampak positif bagi kondisi keuangan. - Menghabiskannya untuk gaya hidup sesaat
Diskon Lebaran, tren baru, dan dorongan sosial kerap memicu belanja berlebihan. Tanpa kontrol, pengeluaran hanya memberi kepuasan sementara dan tidak mendukung tujuan finansial jangka panjang. - Tidak mencatat pengeluaran selama Lebaran
Banyak pengeluaran kecil yang terasa “tidak signifikan”, tetapi jika dikumpulkan bisa menjadi besar. Tanpa pencatatan, sulit mengetahui ke mana THR sebenarnya digunakan.
Padahal, cara mengatur uang THR yang sederhana seperti membuat anggaran dan mencatat pengeluaran sudah cukup efektif untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat setelah Lebaran. Sedikit disiplin sekarang bisa mencegah stres finansial di kemudian hari.

THR, Konsumsi, dan Kontrol Finansial
Bank Indonesia dan OJK kerap mengingatkan pentingnya konsumsi secara bertanggung jawab, terutama saat momen musiman seperti Lebaran. Dengan menerapkan tips mengelola THR, kamu ikut menjaga stabilitas keuangan pribadi sekaligus lebih siap menghadapi kebutuhan setelah hari raya.
Mengombinasikan perencanaan manual dengan alat bantu seperti aplikasi keuangan atau kartu kredit yang tepat dapat membuat cara mengatur uang THR terasa lebih praktis sekaligus terukur.
THR seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kondisi keuangan, bukan sumber masalah baru. Dengan memahami tips mengelola THR serta menerapkan cara mengatur uang THR secara disiplin, kamu bisa tetap menikmati Lebaran sekaligus menjaga kesehatan finansial jangka panjang.
Ingat, keputusan kecil hari ini menentukan kenyamanan finansial kamu di bulan-bulan berikutnya. Kelola THR dengan cerdas, dan biarkan uang bekerja untuk kamu, bukan sebaliknya.
FAQ seputar Mengelola THR dengan Bijak
- Kenapa tips mengelola THR penting meski THR hanya diterima setahun sekali?
Karena THR sering langsung habis tanpa disadari. Dengan menerapkan tips mengelola THR, kamu bisa memanfaatkan uang ini untuk kebutuhan penting, mengurangi beban utang, dan memperkuat kondisi keuangan setelah Lebaran.
- Cara mengatur uang THR yang paling sederhana untuk pemula seperti apa?
Cara mengatur uang THR yang paling mudah adalah membaginya ke beberapa pos dasar: kewajiban (zakat/donasi), tabungan, kebutuhan Lebaran, hingga tujuan jangka panjang. Tidak perlu rumit, yang penting konsisten.
- Apakah THR sebaiknya digunakan untuk melunasi utang atau ditabung?
Idealnya kombinasi keduanya. Salah satu tips mengelola THR yang disarankan banyak perencana keuangan adalah melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu, lalu menyisihkan sisanya untuk tabungan atau dana darurat.
- Bolehkah menggunakan kartu kredit saat Lebaran sebagai bagian dari cara mengatur uang THR?
Boleh, selama terkontrol. Menggunakan kartu kredit dengan fitur monitoring transaksi bisa membantu cara mengatur uang THR lebih rapi. Misalnya, kartu kredit Skorcard memudahkan pencatatan pengeluaran sekaligus memberi keuntungan tambahan seperti Skorpoint dan KrisFlyer.
- Berapa persen ideal THR yang sebaiknya disimpan?
Tidak ada angka baku, tapi banyak ahli menyarankan minimal 20–30 persen. Dalam tips mengelola THR, menyimpan sebagian uang sangat penting agar kamu tetap punya cadangan dana setelah momen Lebaran berlalu.


Leave a Reply