Berjalan di bawah guguran bunga sakura, menyusuri jalanan Kyoto yang penuh sejarah, hingga menyeruput semangkuk ramen hangat di Shinjuku, Jepang memang selalu jadi impian banyak traveler Indonesia. Tapi sebelum buru-buru pesan tiket, ada satu hal yang nggak boleh di-skip, yakni menghitung biaya liburan ke Jepang.
Dengan perencanaan yang matang, perjalanan 7 hari 6 malam (7D6N) bisa jadi pengalaman seru yang nggak cuma memanjakan mata dan lidah, tapi juga ramah di kantong. Lewat pandan budget liburan ke Jepang berikut, kita akan membahas estimasi biaya lengkap tips hemat yang realistis hingga contoh simulasi budget yang bisa langsung kamu tiru untuk rencana liburanmu.
Baca juga: Mengenal Apa itu Travel Insurance: Jenis & Manfaatnya
Gambaran Umum Biaya Liburan ke Jepang
Rata-rata, biaya ke Jepang 7 hari bagi wisatawan Indonesia berkisar antara Rp15 juta-Rp25 juta per orang. Rentang ini sudah mencakup tiket pesawat, penginapan, transportasi lokal, makan, tiket wisata, dan oleh-oleh.
Kalau pintar berburu promo dan memanfaatkan fasilitas hemat, budget trip Jepang bahkan bisa ditekan hingga Rp12 juta. Sebaliknya, kalau ingin full kenyamanan dengan hotel berbintang dan restoran premium, angka bisa melesat sampai Rp30 juta atau lebih.
💡 Insight: Biaya juga sangat dipengaruhi musim. High season seperti musim sakura (Maret – April) atau liburan akhir tahun biasanya membuat harga naik 20 – 40% dibanding low season.
Rincian Estimasi Biaya Liburan ke Jepang 7D6N
Berikut breakdown biaya liburan ke Jepang yang bisa kamu jadikan patokan sebelum mulai berburu promo dan menentukan budget sesuai gaya traveling:
Kategori | Estimasi Biaya (per orang) | Strategi Hemat |
Tiket Pesawat PP | Rp6.000.000 – Rp12.000.000 | Pesan 3–6 bulan sebelumnya, pantau promo maskapai seperti low fare calendar, dan pertimbangkan transit untuk harga lebih murah. |
Akomodasi | Rp3.000.000 – Rp7.000.000 | Pilih hostel, guesthouse, atau Airbnb yang lokasinya dekat stasiun utama untuk menghemat transportasi. Booking jauh hari agar harga lebih rendah. |
Transportasi Lokal | Rp1.500.000 – Rp3.000.000 | Gunakan JR Pass untuk perjalanan antar kota atau IC Card seperti Suica/Pasmo untuk rute dalam kota. Cek juga pass regional yang sering lebih murah dari JR Pass nasional. |
Makan | Rp1.500.000 – Rp4.000.000 | Coba makan di resto kecil, family restaurant, street food, atau convenience store (7-Eleven, Lawson, FamilyMart) yang punya menu lezat dan terjangkau. |
Wisata & Aktivitas | Rp1.000.000 – Rp2.500.000 | Gabungkan destinasi gratis (taman, kuil, festival) dengan atraksi berbayar seperti theme park atau museum khusus. |
Oleh-oleh | Rp500.000 – Rp2.000.000 | Fokus beli barang khas seperti snack lokal, pernak-pernik karakter Jepang, atau kerajinan tangan daerah yang harganya lebih bersahabat. |
TOTAL (Budget Hemat) | ± Rp13.500.000 | Perjalanan hemat dengan tetap nyaman. |
TOTAL (Budget Nyaman) | ± Rp30.500.000 | Mengutamakan kenyamanan dengan pilihan hotel lebih baik, kuliner premium, dan aktivitas lengkap. |
Kalau pakai Skorcard, kamu bisa cicil kebutuhan biaya liburan ke Jepang, tetap mengontrol cash flow, dan mengumpulkan poin yang bisa ditukar tiket pesawat atau diskon hotel. Ini cocok banget buat yang ingin liburan hemat tapi tetap nyaman.
🔍 Fun Fact: Banyak kota di Jepang seperti Kyoto, Nara, atau Fukuoka memiliki museum gratis, taman indah, dan festival musiman yang bisa dinikmati tanpa biaya tiket. Kalau pintar memilih, kamu bisa menekan budget liburan ke Jepang tanpa mengurangi pengalaman seru.

Tips Mengatur Budget Liburan ke Jepang
Biar biaya liburan ke Jepang tidak over-budget di tengah perjalanan, terapkan strategi ini sejak tahap perencanaan:
1. Tentukan Itinerary Harian
Rencanakan tujuan wisata, rute, dan estimasi biaya harian sejak awal. Itinerary yang jelas membantu kamu menghindari “godaan” membeli tiket atraksi tambahan atau makan di restoran mahal secara spontan. Bonusnya, kamu bisa memaksimalkan waktu untuk eksplorasi tanpa bingung di lokasi.
2. Gunakan Transport Pass
Kalau rute kamu melibatkan perjalanan antar kota seperti Tokyo–Kyoto–Osaka, JR Pass bisa menghemat jutaan rupiah dibanding beli tiket satuan. Untuk perjalanan dalam kota, gunakan IC Card seperti Suica atau Pasmo, praktis karena bisa dipakai di kereta, bus, bahkan minimarket.
3. Pesan Akomodasi Lebih Awal
Booking minimal 2–3 bulan sebelumnya bisa menghemat hingga 30% dari harga normal. Pilih penginapan dekat stasiun utama agar lebih hemat biaya dan waktu transportasi. Jangan lupa cek ulasan tamu sebelumnya untuk memastikan kualitasnya sesuai harapan.
4. Makan di Convenience Store & Warung Lokal
Minimarket Jepang seperti 7-Eleven, Lawson, atau FamilyMart punya pilihan makanan seperti onigiri, bento, dan ramen instan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Selain itu, family restaurant atau kedai lokal sering menawarkan menu set lengkap (nasi, sup, lauk) dengan harga ramah di kantong.
5. Gunakan Kartu Kredit Travel-Friendly
Bawa kartu kredit yang punya manfaat ekstra untuk perjalanan, misalnya Skorcard. Selain memudahkan pembayaran tanpa bawa uang tunai banyak, kamu bisa mengumpulkan Skorpoint yang ditukar dengan berbagai hadiah, serta KrisFlyer Miles untuk potongan tiket pesawat liburan berikutnya. Plus, transaksi luar negeri jadi lebih aman dan terkontrol.

Musim & Waktu Terbaik untuk Hemat Biaya Liburan ke Jepang
- Low Season (Januari–Februari, Akhir November)
Cocok untuk liburan hemat Jepang karena harga tiket dan hotel bisa lebih murah hingga 30%. Suasana relatif sepi, tapi cuaca sangat dingin dan berpotensi turun salju di beberapa daerah. - Shoulder Season (Mei, September)
Cuaca nyaman, tidak terlalu panas atau dingin. Tempat wisata lebih lengang, harga tiket dan penginapan masih terjangkau. Cocok untuk menikmati musim semi selain sakura, atau awal musim gugur. - High Season (Maret–April, Juli–Agustus, Desember)
Puncak keramaian dengan festival, sakura, dan libur panjang. Suasananya meriah, tapi harga tiket dan penginapan bisa naik 20–50% dari biasanya.
Baca juga: Hedon vs Healing: Beda Tipis Tapi Dampaknya Bisa Jauh di Kantong
Kesimpulan
Biaya liburan ke Jepang untuk 7D6N itu fleksibel banget. Mulai dari sekitar Rp12 juta kalau mau gaya hemat, sampai Rp25 juta atau lebih kalau mau full kenyamanan. Kuncinya? Rencanakan dari awal, rajin berburu promo, dan pintar pilih transportasi serta akomodasi.
Dengan alat bantu keuangan seperti Skorcard, kamu bisa atur pengeluaran lebih rapi, bayar dengan nyaman tanpa bikin perencanaan keuangan kebakaran, plus dapat reward seperti Skorpoint dan KrisFlyer Miles untuk liburan berikutnya.
Jadi, nggak perlu nunggu “nanti-nanti”. Mulai susun itinerary, pantau promo tiket, dan siapin koper kamu. Negeri Sakura udah nunggu buat kamu jelajahi, dan siapa tahu, trip ini bakal jadi salah satu pengalaman terbaik dalam hidupmu.
Leave a Reply