Apa itu kebutuhan Tersier - Freepik

Kebutuhan Tersier: Contoh, Ciri-Ciri, dan Bedanya dengan Primer & Sekunder

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan tambahan yang muncul setelah kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan sekunder (penunjang kenyamanan) sudah terpenuhi. Sederhananya, kebutuhan ini bukan untuk bertahan hidup, melainkan untuk meningkatkan status sosial, gaya hidup, atau kepuasan pribadi. Contohnya: mobil mewah, jam tangan branded, liburan ke luar negeri, atau apartemen di kawasan elit.

Berikut panduan lengkap kebutuhan tersier: pengertian, 20 contoh konkret, ciri-ciri, perbedaan dengan primer & sekunder, hingga cara mengelolanya secara bijak.

Baca juga: Hedon vs Healing: Beda Tipis Tapi Dampaknya Bisa Jauh di Kantong

Apa Itu Kebutuhan Tersier?

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan tambahan yang muncul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Sifatnya tidak mendesak, tidak wajib untuk hidup sehari-hari, tetapi sangat diinginkan karena berkaitan dengan prestise, gaya hidup, dan kepuasan emosional.

Dalam teori Hierarchy of Needs oleh Abraham Maslow, kebutuhan tersier masuk dalam tingkat esteem (penghargaan diri) dan self-actualization (aktualisasi diri) — fase ketika seseorang sudah aman secara dasar dan mulai mencari pengakuan sosial atau pencapaian diri.

Contoh paling sederhana: seseorang yang sudah punya rumah dan kendaraan dasar, lalu menginginkan rumah di kawasan elit atau mobil sport keluaran terbaru. Itulah kebutuhan tersier.

Apa itu kebutuhan tersier
Sumber gambar: Freepik

20 Contoh Kebutuhan Tersier dalam Kehidupan Sehari-hari

Bentuk kebutuhan tersier bisa berbeda-beda tergantung kondisi ekonomi, lingkungan, dan gaya hidup. Berikut 20 contoh kebutuhan tersier yang paling sering ditemui:

  1. Mobil mewah — mobil sport, SUV premium, sedan eksekutif keluaran terbaru.
  2. Motor besar (moge) — Harley-Davidson, Ducati, BMW Motorrad.
  3. Rumah di kawasan elit — town house atau cluster premium di pusat kota.
  4. Apartemen eksklusif — apartemen dengan fasilitas pool, gym, concierge.
  5. Vila pribadi — properti liburan di Bali, Lembang, atau Puncak.
  6. Jam tangan mewah — Rolex, Omega, Tag Heuer, atau Patek Philippe.
  7. Perhiasan emas & berlian — kalung, cincin, anting branded.
  8. Tas branded — Hermès, Louis Vuitton, Chanel, Gucci.
  9. Pakaian designer — fashion dari rumah mode ternama (haute couture).
  10. Smartphone flagship — iPhone Pro Max terbaru, Galaxy Z Fold/Flip.
  11. Laptop premium — MacBook Pro, laptop gaming high-end seperti Razer Blade atau Alienware.
  12. Perangkat audio mahal — speaker Bang & Olufsen, headphone Bose/Sennheiser flagship.
  13. Liburan ke luar negeri — perjalanan ke Eropa, Jepang, atau destinasi eksotis lainnya.
  14. Cruise & private tour — paket wisata kapal pesiar atau tur privat dengan pemandu personal.
  15. Fine dining — makan di restoran berbintang Michelin atau hotel mewah.
  16. Keanggotaan klub eksklusif — country club, golf club, executive lounge.
  17. Konser & event premium — tiket VIP konser internasional, festival musik global.
  18. Hobi bernilai tinggi — koleksi mobil antik, karya seni original, alat musik langka.
  19. Kosmetik & skincare premium — produk dari La Mer, SK-II, Sulwhasoo, atau treatment di klinik kecantikan eksklusif.
  20. Layanan personal premium — personal trainer, asisten pribadi, butler, atau jasa concierge.

Di era modern, kebutuhan tersier juga mencakup experience seperti hadir di konser internasional, mengikuti retreat di luar negeri, atau koleksi NFT dan aset digital langka.

10 Contoh Kebutuhan Tersier yang Lebih Sederhana

Kebutuhan tersier tidak selalu mahal di angka miliaran. Berikut 10 contoh kebutuhan tersier yang lebih terjangkau namun tetap masuk kategori tersier karena bukan kebutuhan dasar:

  1. Sepatu sneakers limited edition.
  2. Skincare premium harian.
  3. Langganan streaming multiple platform (Netflix, Disney+, Spotify Premium).
  4. Gadget kedua atau ketiga (smartwatch, tablet pendamping).
  5. Furniture statement seperti kursi designer atau lampu artistik.
  6. Camera mirrorless atau drone hobi.
  7. Sepeda hybrid atau road bike branded.
  8. Kopi specialty di café harian.
  9. Buku langka atau koleksi novel hardcover edisi terbatas.
  10. Konsol gaming terbaru (PS5 Pro, Xbox Series X, Nintendo Switch 2).

Baca juga: Self Reward: Hadiah untuk Diri Sendiri atau Alasan Boros?

Ciri-Ciri Kebutuhan Tersier

Untuk membedakan kebutuhan tersier dari kebutuhan primer dan sekunder, berikut 5 ciri utama kebutuhan tersier:

1. Tidak mendesak untuk kelangsungan hidup

Tidak terpenuhinya kebutuhan ini tidak mengancam kelangsungan hidup. Tanpa mobil mewah, kamu tetap bisa bekerja dan beraktivitas normal.

2. Menjadi simbol status sosial

Barang atau jasa yang dipilih biasanya membawa citra prestise. Memakai jam tangan Rolex atau tas Hermès bukan sekadar fungsional, tetapi juga menampilkan kelas sosial tertentu.

3. Bersifat fleksibel & dinamis

Kebutuhan tersier mengikuti tren dan zaman. Smartphone flagship dua tahun lalu kini sering dianggap standar biasa karena teknologi terus berkembang.

4. Dipengaruhi lingkungan sosial

Lingkungan kerja, komunitas, atau teman membentuk standar tersier seseorang. Pebisnis sering menjadikan golf atau jam tangan mahal sebagai bagian dari kebutuhan tersier.

5. Cenderung mahal

Sebagian besar kebutuhan tersier butuh biaya besar karena nilainya terletak pada kualitas, keunikan, dan eksklusivitas.

Contoh kebutuhan tersier
Sumber gambar: Freepik

Perbedaan Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier

Berikut tabel ringkas perbedaan ketiga jenis kebutuhan manusia:

Jenis Kebutuhan Sifat Contoh
Primer Wajib untuk bertahan hidup Makanan, pakaian, tempat tinggal, air bersih
Sekunder Penunjang kenyamanan Motor, internet, perabot rumah, peralatan masak
Tersier Tambahan untuk prestise & gaya hidup Mobil mewah, perhiasan, liburan luar negeri, tas branded

Intinya: Primer = wajib, Sekunder = penting, Tersier = tambahan. Urgensinya menurun seiring naiknya kategori, sedangkan harganya umumnya naik.

Baca juga: Impulsive Buying: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengendalikannya

Mengapa Kebutuhan Tersier Tetap Penting?

Meskipun bukan kebutuhan pokok, kebutuhan tersier memiliki fungsi psikologis dan sosial yang nyata:

  • Motivasi finansial — banyak orang termotivasi bekerja lebih keras agar bisa membeli rumah impian atau liburan mewah.
  • Simbol pencapaian — kepemilikan barang tersier sering jadi penanda keberhasilan karier.
  • Kebanggaan diri — bisa memenuhi kebutuhan tersier meningkatkan rasa percaya diri.
  • Pengaruh sosial — kebutuhan tersier sering menjadi penanda kelas dan jaringan pergaulan.
  • Investasi gaya hidup — beberapa kebutuhan tersier (perhiasan, properti, mobil klasik) bahkan bisa naik nilainya seiring waktu.

Skorcard banner

Cara Mengelola Kebutuhan Tersier Secara Bijak

Karena sifatnya lebih ke wants daripada needs, kebutuhan tersier harus dikelola agar tidak menimbulkan masalah keuangan. Berikut 5 tips mengelola kebutuhan tersier:

  1. Penuhi kebutuhan dasar dulu — pastikan primer dan sekunder aman, plus dana darurat 6 bulan dan investasi sudah jalan.
  2. Buat anggaran khusus 10–20% — sisihkan maksimal 10–20% dari penghasilan untuk kebutuhan tersier agar tidak mengganggu tabungan.
  3. Jadikan reward, bukan rutinitas — liburan mewah setelah mencapai target tahunan, bukan setiap bulan.
  4. Pakai prinsip beli yang berkualitas, bukan banyak — satu tas branded yang awet 10 tahun lebih bijak daripada lima tas fast fashion.
  5. Manfaatkan instrumen keuangan cerdas — kartu kredit dengan reward poin atau cashback bisa membuat pemenuhan kebutuhan tersier lebih efisien.

Di sinilah Skorcard berperan: setiap transaksi kebutuhan tersier menghasilkan Skorpoint yang bisa ditukar dengan KrisFlyer miles untuk perjalanan ke luar negeri. Belanja kebutuhan tersier jadi sekaligus investasi pengalaman.

Baca juga: Smart Spending: Belanja Boleh, Asal Pakai Strategi Ini

Kesimpulan

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan tambahan yang muncul setelah primer dan sekunder terpenuhi. Contohnya mencakup mobil mewah, perhiasan, liburan luar negeri, fashion branded, dan apartemen eksklusif — barang atau jasa yang membawa prestise dan meningkatkan kualitas hidup.

Ciri khasnya: tidak mendesak, fleksibel mengikuti tren, dipengaruhi lingkungan sosial, dan cenderung mahal. Meski bukan wajib, kebutuhan tersier penting sebagai motivasi finansial dan simbol pencapaian — selama dikelola maksimal 10–20% dari penghasilan dan tidak mengganggu kebutuhan dasar.


FAQ seputar Kebutuhan Tersier

1. Apa contoh dari kebutuhan tersier?

Contoh kebutuhan tersier antara lain mobil mewah, perhiasan emas/berlian, rumah di kawasan elit, gadget high-end terbaru, liburan ke luar negeri, jam tangan branded, dan tas designer. Lihat daftar lengkap 20 contoh kebutuhan tersier di atas.

2. Apa yang dimaksud dengan tersier?

Tersier adalah kategori kebutuhan manusia yang sifatnya tambahan atau pelengkap setelah kebutuhan primer (dasar) dan sekunder (penunjang) terpenuhi. Umumnya berkaitan dengan kemewahan, gaya hidup, dan simbol status sosial.

3. Apa perbedaan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier?

Primer adalah kebutuhan dasar untuk bertahan hidup (makanan, pakaian, tempat tinggal). Sekunder adalah penunjang kenyamanan (motor, internet, perabot). Tersier adalah tambahan untuk prestise dan gaya hidup (mobil mewah, perhiasan, liburan luar negeri).

4. Mengapa kebutuhan tersier penting?

Walaupun tidak mendesak, kebutuhan tersier penting sebagai motivasi finansial, simbol pencapaian, dan sumber kepuasan emosional. Beberapa kebutuhan tersier (properti, perhiasan, mobil klasik) bahkan bisa menjadi investasi yang naik nilainya.

5. Bagaimana cara mengelola kebutuhan tersier dengan bijak?

Pastikan kebutuhan primer dan sekunder sudah aman, sisihkan maksimal 10–20% dari penghasilan untuk tersier, jadikan reward atas pencapaian (bukan rutinitas), dan manfaatkan instrumen keuangan seperti kartu kredit reward agar setiap transaksi tersier memberi nilai tambahan.

6. Apakah kebutuhan tersier sama untuk semua orang?

Tidak. Kebutuhan tersier sangat bergantung pada kondisi ekonomi, lingkungan sosial, dan gaya hidup. Apa yang dianggap tersier bagi satu orang bisa jadi sekunder atau bahkan primer bagi orang lain dengan tingkat penghasilan berbeda.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *